Perawatan sepeda motor yang paling mudah selain menjaga kebersihan dengan mencucinya secara rutin juga pengguna bisa melakukan ganti oli secara mandiri. Hanya berbekal beberapa tools atau perkakas sederhana seperti kunci pas dan tang pengguna sepeda motor bisa melakukannya dengan mudah.

Tapi tentunya pengguna sepeda motor haru tahu cara yang baik dan benar ketika mengganti oli secara mandiri,  karena jika terjadi kesalahan bisa berpotensi merusak beberapa komponen sepeda motor sehingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan dan karena faktor kebiasaan bahkan bisa merusak lingkungan.

Dan berikut ini ada beberapa tips yang harus diperhatikan bagi para pengguna sepeda motor saat mengganti oli secara mandiri, diantaranya.

Yang pertama, Saat mengganti oli secara mandiri, sepeda motor harus ditempatkan di posisi yang aman. Gunakan standar tengah atau standar ganda supaya posisi sepeda motor berdiri tegak, selalu stabil dan tidak jatuh. Hindarkan dari bahan berbahaya termasuk sumber api, karena oli mesin adalah cairan yang mudah terbakar.

Mengganti oli harus dilakukan dalam kondisi mesin kendaraan dalam suhu ideal, tidak dalam kondisi mesin panas atau terlalu dingin. Jika baru saja digunakan, mesin sepeda motor harus dibiarkan terlebih dahulu sampai kondisi suhu yang ideal sehingga aman ketika dilakukan pengeluaran oli bekas.

Gunakan tools atau perkakas yang tepat ketika membuka baut tap oli, karena jika tidak presisi akan merusak bagian baut seperti terjadi slek atau bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada bagian blok mesin. Jangan lupa untuk simpan baut tap oli ditempat yang aman, agar tidak hilang atau kotor.

Hindari penggunaan angin bertekanan seperti menggunakan kompresor saat membersihkan oli bekas didalam bagian mesin, biarkan oli bekas keluar dan mengalir secara perlahan dengan sendirinya. Gunakan wadah untuk menampung oli bekas yang keluar dari dalam mesin.

Saat menutup baut tap oli, bersihkan dahulu dengan cara dilap supaya tidak terdapat kotoran yang menempel terutama dibagian ulirnya. Pasangkan baut dengan lurus dan tidak miring, kemudian kencangkan menggunakan kunci pas yang tepat, jangan terlalu kencang karena dapat menyebabkan slek atau kerusakan pada crankcase mesin dan juga tidak longgar karena bisa menyebabkan kebocoran oli.

Setelah tertutup, buka tutup atas tempat masuk oli menggunakan tang kemudian masukan oli baru sesuai takaran yang dibutuhkan. Harus diperhatikan juga ukurannya, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan jangan pernah mencampur dengan bahan atau oli lain yang tidak direkomendasikan.

Saat mengganti oli secara mandiri, Sangat disarankan untuk jangan membuang oli bekas ke sembarangan tempat, apalagi ke sungai atau tempat yang berpotensi merusak lingkungan. Oli bekas sebaiknya ditampung dalam wadah tertutup dan aman, Oli bekas bisa juga dimanfaatkan sebagai pelumas beberapa peralatan rumah atau bisa juga ditampung di bengkel umum yang menyediakan tempat penampungan khusus oli bekas.

Langkah yang tepat untuk mengganti oli sepeda motor adalah dilakukan di bengkel AHASS, karena ditangi oleh mekanik handal dan berpengalaman. Tak hanya itu oli yang digunakan akan terjamin keasaliannya sehingga mesin sepeda motor yang digunakan akan selalu dalam kondisi prima.